Dari Wikipedia bahasa
Indonesia, Kredibilitas
adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan.
Aplikasi umum yang sah dari istilah kredibilitas berkaitan dengan kesaksian
dari seseorang atau suatu lembaga selama konferensi. Ada dua hal yang terkandung pada pengertian ini, yaitu
1) Kredibilitas adalah persepsi komunikan; jadi tidak inheren
dalam diri komunikator; 2) Kredibilitas berkenaan
dengan sifat-sifat komunikator.
Kredibilitas dari saksi atau pihak tergantung kepada kemampuan hakim atau juri (di negara yang menggunakan sistem juri) untuk mempercayai dan menyakini apa yang ia katakan, dan terkait dengan akurasi dari kesaksiannya sendiri terhadap logika, kebenarannya, dan kejujuran. Kredibilitas pribadi tergantung pada kualitas dari seseorang yang akan mengarahkan juri untuk percaya atau tidak percaya kepada apa yang ia katakan.
Profesionalisme adalah sifat-sifat (kemampuan, keterampilan, cara pelaksanaan sesuatu dan lain-lain) sebagaimana yang tepat terdapat pada atau dilakukan oleh seorang profesional. Profesionalisme berasal dari profesi yang berarti berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya , (KBBI, 1994). Jadi, profesionalisme adalah perilaku, keahlian atau kualitas dari seseorang yang profesional (Longman, 1987).http://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5930971183935475915#editor/target=post;postID=4195303636573364408
Menurut kamus besar bahasa indonesia skep-tis
yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya;
penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis.
Sedangkan skeptis-isme adalah aliran (paham) yang
memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya;
kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptis-isme terhadap kesanggupan dalam
menanggapi gejolak hubungan internasional. Jadi secara umum skeptis-isme adalah
ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu
kebenarannya.
Konservatisme
adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai
tradisional. Istilah ini berasal dari bahasa Latin,
conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara,
mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan
berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang
berbeda-beda pula. Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang
lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau.
Integritas adalah sebuah konsep konsistensi tindakan, nilai-nilai, metode, langkah-langkah,
prinsip, harapan, dan hasil. Dalam etika, integritas dianggap sebagai
kejujuran dan kebenaran yang merupakan kata kerja atau akurasi dari tindakan
seseorang. Integritas dapat dianggap sebagai kebalikan dari kemunafikan,
dalam yang menganggap konsistensi internal sebagai suatu kebajikan, dan
menyarankan bahwa pihak-pihak yang memegang nilai-nilai yang tampaknya
bertentangan harus account untuk perbedaan atau mengubah keyakinan mereka. Kata “integritas” berasal dari kata sifat Latin integer (utuh, lengkap) Dalam
konteks ini, integritas adalah rasa batin “keutuhan” yang berasal dari kualitas
seperti kejujuran dan konsistensi karakter.. Dengan demikian, seseorang
dapat menghakimi bahwa orang lain “memiliki integritas” sejauh bahwa mereka
bertindak sesuai dengan, nilai dan prinsip keyakinan mereka mengklaim memegang.